RUMAH ADAT KALIMANTAN TIMUR

  • February 8, 2020

SEJARAH RUMAH ADAT KALIMANTAN

Suku Dyak dan Kutai berasal dari orang-orang Kalimantan Timur. Provinsi ini juga berisi sungai bersejarah yang besar bagi masyarakat Indonesia, Sungai Mahakam. Pada zaman kuno rumah ini dihuni oleh banyak kepala keluarga dan bisa mencapai 25 hingga 30 keluarga di dalamnya.

Tetapi seiring berjalannya waktu, sekarang hanya dua sampai tiga kepala keluarga, karena banyak suku Diac telah keluar dari hutan belantara untuk bergaul dengan para imigran di sana seperti dari Bugis, Jawa, Patac, Madura, Sunda, Toraja, Bouton dan banyak lagi.

Melalui rumah Lamin tradisional, suku Dayak memberikan contoh bagaimana prinsip kerja sama, dalam membangun rumah, saling membantu membuat rumah satu sama lain. Selain kayu besi atau kayu besi, suku Dayak juga tahu pohon Singkil ditanam di platform TMII Kalimantan Timur sebagai simbol.

Hidup karena pohon itu digunakan untuk memperlancar ASI bagi ibu menyusui.

Paviliun Kalimantan Timur menampilkan diorama menarik yang memiliki karakteristik sendiri dari masing-masing daerah.

Dimulai dengan dekorasi pakaian raja, pakaian tradisional tradisional, pakaian pernikahan tradisional, grafiti dan lukisan yang menunjukkan sifat warisan budaya Dayak secara umum, sebagai suku asli, penduduk Kalimantan, khususnya Kalimantan Timur.

Patung relief dan makna yang mengesankan ditemukan di langkan di atap rumah timah tradisional, yang merupakan tanduk ular dan ular.

Burung enggang melambangkan derajat dan kemuliaan suku Dayak, sedangkan ular merupakan simbol kepahlawanan dan kekuatan suku Dayak. Ukiran cumi di rumah Lamin tradisional juga memiliki makna tertentu, simbol semangat yang sangat tinggi dari masyarakat Dayak.

Sedangkan topeng dan tengkorak manusia suku Dayak melambangkan perdamaian. Patung Lawing Sambang terletak di tengah halaman yang menghadap ke timur di sebelah patung blontang.

Kepercayaan suku Dyak adalah bahwa setiap patung yang menghadap ke Timur berarti membawa kebaikan dan keberuntungan karena Timur adalah awal dari matahari terbit, sedangkan patung yang menghadap ke Barat berarti menolak kejahatan atau kejahatan karena Barat adalah tempat di mana matahari terbenam sampai memasuki Bumi, malam yang gelap penuh dengan misteri. Jangan lupa menempatkan sepasang patung Puntang di pintu masuk peron, sejenis totem yang mewakili suku Dayak kuno sebagai simbol

Penjaga rumah keluar dari bahaya. Berbagai simbol patung, patung, dan lukisan suku Dayak menggunakan permainan warna-warni masing-masing.

Menurut catatan, Kalimantan Timur adalah provinsi terbesar kedua di Indonesia dengan luas 34.537,80 km 2 dan terletak di dekat Sabah (Malaysia Timur), dan di Kalimantan ada banyak suku termasuk Mander, Bugis, dan Indonesia yang kaya akan bahasa dan budaya. Keragaman bahasa yang dimiliki oleh orang Indonesia membuat orang asing berduyun-duyun ke Indonesia

Kecantikan, alam semesta juga Masha Allah.

Salah satunya adalah Rumah Adat Kalimantan. Rumah Kalimantan Timur memiliki satu keunikan dalam hal nama dan ukuran yang berbeda dengan rumah pada umumnya. Rumah ini dapat menampung 100 orang.

Terlalu besar bukan? Berapa ukurannya? Ya, ukurannya 300 meter, lebar 15 meter, tinggi 3 meter, rumah ini juga punya nama unik, rumah ini disebut rumah plat.

Ukiran dinding yang unik

Jika rumah menggunakan cat biasa dan dekorasi keluarga secara umum, maka rumah ini berbeda dari rumah ini menggunakan patung unik seperti organisme, bunga, hewan, atau manusia yang berburu, dan diyakini bahwa patung-patung ini oleh orang Dayak untuk menjaga mereka dari kesusahan bersama dengan dekorasi yang bermakna .

Namun warna rumah kayu lapis juga memiliki makna tersendiri, dengan mengikuti makna warna rumah, mari kita bersama-sama mempertimbangkan filosofi warna rumah tradisional Dayak.

• Biru = loyalitas

• kuning = kekuatan

• Merah = Keberanian

Putih = kebersihan jiwa

Makhluk gaib kadang menyerang karena tidak aneh bahwa suku Dyak terkenal dengan ilmu spiritual dan mistisisme.

Ya, mungkin hanya itu yang bisa saya jelaskan jika ada kesalahan. Tanyakan kritik dan saran yang banyak membangun. Terima kasih.

Liam

E-mail : Liam@gmail.com

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*