RUMAH ADAT SUMATERA BARAT

  • February 8, 2020

Berbicara tentang sejarah kehidupan di provinsi Sumatera Barat benar-benar tidak terlepas dari kebiasaan dan kebiasaan penduduk di masa lalu. Mereka adalah Minangkabu yang juga bercampur dengan suku Batak dan Mandal di wilayah Basaman. Namun, provinsi ini masih didominasi oleh etnis Minang.

dilaksir oleh: Sharingconten.com

Nama rumah tradisional di Sumatera Barat

Nama rumah tradisional Sumatra Barat adalah Rumah Gadang atau Rumah Godang di provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Seperti yang kami sebutkan sebelumnya, ukuran rumah Gadang sangat besar, yang membuat keluarga selalu meninggalkan rumah ini untuk anak-anak mereka.

Yang menarik, suku Minang, yang mendukung hak-hak perempuan dan mendukung nilai rezim Umayyah, hanya menyisakan putri mereka. Aturan ini telah lama dipatuhi dan didukung. Ini bukan hanya tentang rumah, seluruh warisan biasanya diberikan kepada anak perempuan.

Struktur rumah

Rumah Gadang adalah rumah tradisional suku Minangkabau yang juga memiliki nama lain seperti Rumah Godang, Rumah Bagonjong dan Rumah Baanjuang. Rumah tradisional ini adalah rumah persegi panjang khas yang khas.

Sama seperti rumah tradisional Indonesia lainnya, rumah gadang juga terbuat dari bahan yang berasal dari alam. Pilar, dinding, dan lantai terbuat dari kayu dan bambu, sedangkan atapnya berbentuk seperti tanduk kerbau yang terbuat dari serat kelapa.

Meskipun dibuat dengan bahan-bahan alami, rumah ini memiliki desain yang unik dan sangat menyenangkan.

Meskipun rumah tradisional ini hampir 100% terbuat dari alam, arsitektur bangunan ini dirancang dengan sangat baik dan sangat kuat. Selain itu, telah ditemukan bahwa rumah tradisional di Sumatera Barat memiliki desain seismik yang kompatibel dengan kondisi geografis di daerah yang sangat rentan terhadap bencana gempa bumi. Dengan desain seismik, rumah tradisional terletak di salah satu kolom yang menempel di tanah.

Fungsi dan keunikan Rumah Tradisional Gadang

Selain sebagai simbol budaya di Sumatera Barat, rumah adat Jadang juga saat ini digunakan sebagai tempat tinggal suku Minang dan juga sering untuk mengadakan upacara dan mewarisi nilai-nilai tradisional dan sering juga digunakan sebagai corong untuk budaya ibu.

Tidak hanya itu, ternyata Rumah Adat Jadang diyakini sebagai tempat yang sangat sakral bagi masyarakat Minangkabau.

Untuk memenuhi fungsi ini, bangunan ini dirancang sedemikian rupa agar sesuai dengan aturan tradisional yang telah berlaku sejak lama. Untuk beberapa aturan ini, misalnya, membagi ruang berdasarkan penggunaannya, misalnya:

Semua bagian rumah tradisional Gadang adalah ruang terbuka kecuali kamar tidur. Jumlah kamar di rumah tergantung pada jumlah wanita yang tinggal di sana.

Setiap wanita yang sudah menikah memiliki hak untuk satu kamar. Untuk wanita dan anak-anak usia lanjut, dapatkan kamar di dekat dapur. Kemudian untuk mendapatkan gadis-gadis remaja mendapatkan kamar di ujung dekat dapur.

Di halaman depan rumah ada dua buah Rangkiang. Rangkiang adalah bangunan yang biasanya digunakan untuk menyimpan beras dan beberapa makanan lainnya.

Di sisi kiri dan kanan bangunan adalah Ruang Anjung (di Minang disebut Anjuang) digunakan sebagai pengantin sisi berdampingan atau untuk memahkotai kepala adat.

Di sekitar rumah tradisional di Gadang ini, biasanya ada sebuah masjid yang memiliki fungsi sebagai tempat ibadah dan pendidikan sementara pada saat yang sama seorang pria lajang dewasa dari keluarga tinggal.

Nilai filosofi dan karakteristik rumah tradisional di Sumatra

Secara umum, rumah Gadang dibangun di atas sebidang tanah milik keluarga ibu. Ini diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya, untuk wanita saja. Organisasi ini memiliki filosofi bahwa derajat perempuan dalam suku Menang sangat didukung.

Untuk beberapa ciri khas rumah adat suku Minang, antara lain:

Bentuknya selalu runcing dan menyerupai tanduk kerbau yang memiliki makna sebagai simbol kemenangan. Bentuk tanduk kerbau sering dikaitkan dengan kisah Tombo Alam Minangkabau, sebuah kisah yang mengisahkan kemenangan pertarungan kerbau antara orang Minang dengan orang Jawa. Atap rumah tradisional Minangkabau terbuat dari serat ijuk dan dapat bertahan selama beberapa dekade.

Rumah tradisional ini termasuk dalam panggung khas, oleh karena itu untuk memasuki bangunan kita harus menaiki tangga kecil di depan. Hanya ada satu rumah di rumah adat Minang, dan tangga ini adalah simbol bahwa penduduk Minang adalah orang beragama.

Pada dinding bangunan ini biasanya dihiasi dengan berbagai motif ukiran berwarna kuning, merah dan hitam. Sedangkan untuk patung, ada juga berbagai jenis motif tanaman dan hewan, seperti tanaman merambat, akar berdaun, dll. Dengan begitu banyak bentuk-bentuk ini yang dianggap melambangkan penduduk Minang adalah orang-orang yang dekat dengan alam.

Liam

E-mail : Liam@gmail.com

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*