Sejarah Senjata Kerambit

  • January 17, 2020

Film Merantau yang dibintangi Iko Uwais, mereka akan terpesona dengan adegan awal ketika Iko, yang memerankan Yuda, berlatih Silek (Silat) Harimau, seni bela diri dari dunia Minang, di Lembah Global Harau.

Satu hal kecil yang menarik perhatian saya adalah ketika kamera fokus pada Yuda, dan di tangannya ada benda kecil yang menyelinap menjadi senjata yang dia sadari baru saya kenal, dia menjadi senjata konvensional paling berdarah di dunia.

Ini Kerambit atau Kerambit. Kerambit adalah pisau melengkung tangan kecil dari Indonesia (juga ditemukan di Malaysia dan Filipina). Di dunia Minang sendiri disebut kurambiak / karambiak. Senjata ini adalah senjata yang sangat berbahaya karena dapat digunakan untuk meluncur atau merobek ujung lawan dengan cepat tanpa terdeteksi sebelumnya.

Dikutip dari Wikipedia, berdasarkan sejarah tertulis, Kerambit berasal dari Minangkabau, dan kemudian dibawa oleh pendatang dari Minangkabau berabad-abad yang lalu, dan menyebar ke berbagai daerah, seperti Jawa, Semenanjung Melayu, dan lain-lain.

Menurut cerita rakyat, bentuk Kerambit terinspirasi oleh cakar harimau yang telah menjelajahi banyak hutan Sumatra pada waktu itu, dan senjata di sebagian besar kepulauan pada awalnya merupakan alat pertanian yang dirancang untuk menyapu akar dan mengumpulkan batang padi dan alat perontok.

Namun tidak seperti kirimbite, itu sengaja dirancang lebih melengkung seperti kuku harimau, setelah melihat harimau berkelahi menggunakan cakar mereka, dan ini sejalan dengan filosofi Minangkabau yang menyatakan “Alam takambang menjadi guru”.

Buku-buku sejarah di Eropa menunjukkan bahwa tentara di Indonesia dipersenjatai dengan belati di pinggang dan tombak di tangan mereka, sementara Kerambit digunakan sebagai upaya terakhir ketika senjata lain hilang atau kalah dalam pertempuran.

Kerambit terlihat sangat gagah, karena digunakan dalam pertempuran jarak pendek yang lebih mengandalkan keberanian dan keterampilan bela diri. Prajurit Minang Silat, terutama mereka yang memiliki kecenderungan sila harimau, sangat pandai menggunakan senjata ini. Pejuang Bugis Sulawesi dikenal karena pakaian kermit mereka.

Saat ini kerambit adalah salah satu senjata utama Selate dan umumnya digunakan dalam seni bela diri. Dengan semakin populernya seni bela diri Pencak Silat, senjata ini juga semakin populer.

Beberapa perusahaan besar Amerika seperti Emerson Knives dan Strider Knives membuat pisau kerambit besar. Pelopor dalam penggunaan kermit adalah Steve Tarani yang memiliki basis krambit dari Silat Cimande Sunda.

Saat ini kerambit telah dikembangkan oleh Barat dengan banyak varian. Di Indonesia sendiri, kermitp digunakan oleh sumatran silat seperti harimau silat / Minangkabau silik sebagai kurambiac / karambiac. Untuk kol dari Sumatra, catatan paling awal yang ditemukan adalah penggunaan Kerambit yang ditulis dalam British Asian Journal, Juli – Desember 1827.

Meskipun Kerambit pada umumnya bentuknya sama dengan yang melengkung dan memiliki lubang pada pegangannya, tetapi pada kimbpet itu berkembang dalam beberapa bentuk. Dari mata pisau yang tajam dibagi menjadi dua sisi, yaitu ujung yang tajam dan ganda.

Sementara di Indonesia sendiri, ada dua jenis Kerambit, Kerambit Jawa Barat dan Minangkabau / Kerambit. Kerambit Jawa Barat biasanya mengandung busur melingkar, sedangkan kerambit Minang memiliki tanda kurung.

Beberapa jenis kerambit di kepulauan:

  • Coco Alang (kuku elang), ayam Lewi: elang paw / ayam dari Sumatera Barat
  • Kuku Harimau: Sumatra Barat, Jawa Barat, dan Madura
  • Kuku Bima: Jawa Barat, Jawa Tengah
  • Kuku Hanuman: Jawa Barat
  • Kerambit Sumbawa: Pulau Sumba
  • Kerambit Lombok: Lombok
  • National Geographic Channel pernah melaporkan bahwa Kerambit adalah pisau pembunuh paling berbahaya di dunia.

Liam

E-mail : Liam@gmail.com

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*